Monday, December 13, 2021
Mengemis cinta (1)
Tuesday, November 9, 2021
Bahagia
Thursday, April 28, 2016
Urus urus 1
Eniwei waktu itu kk kerja di bagian akunting, sekarang ini agak nyesel juga knapa waktu itu ga kepikiran buat belajar seluk beluk ngurusinnya.. jadi walau banyak surat izin, surat rekomendasi, visa dan paspor bertumpuk-tumpuk ya kk woles aja siy..
paling2 sekalinya tertarik kalau menemukan paspor yang fotonya ternyata cowok ganteng hehe..
Pernah sekali ada co guanteng banget sampai2 foto buat ngurusin visa nya kk ambil 1 dan masukin dompet buat di liatin haha.. padahal dah jadian ama sgs tuh.. hayah selingkuh sama foto :p
Eniwei sesekali kalau ada tamu vvip alias klien yang penting banget kk kebagian nemenin dia baik ke imigrasi ataupun ke kedutaan dan ter sering ke daan mogot buat bikin sim.
Jadi kalo wna biasa saat mereka mau ngurus surat or bikin sim internasional maka mereka cukup sama supir kantor mereka sendiri dan sampai lokasi di temui oleh petugas lapangan kantor kk..
Tapi klo wna yg vvip mereka ga mau tuh datang sendiri cuma ama sopir.. entah apa yg di takutin..
Jadi tugas kk yg ke kantor mereka.. bilang " ayo sir" dan gitu masuk mobil kantor mereka bilang ke sopirnya mau ke mana..dan sampai tujuan "menyerahkan" mereka ke agen lapangan.
Kk tungguin tuh sampe selesai.. begitu selesai kk mastiin ga ada masalah, anterin mereka ke mobil lalu pamit pulang.. kadang2 mereka minta di temenin sampe balik ke kantornya lagi.
Bener2 ga ada kerjaan banget kan yaks.. maksudnya fungsi kk di situ bener2 buang waktu escort para vvip itu.. bisa seharian di jalan lho itu.. apalagi klo mesti ke daan mogot yang jauh n macet.
Beberapa wna yg kk temenin ramah2 dan enak buat di ajak ngobrol. Nandain mereka juga gampang, pas salaman biasanya mereka "mendengarkan" saat kk sebut nama.. dan mengulanginya.. sementara yg cuma sambil lalu ya gitu deh.. mungkin mereka mikirnya "sapa lo" hehe..
Nah bagi yang nampak angkuh itu secara otomatis kk akan duduk di samping pak sopir ajalah biar si wna itu terserah mau ngapain di jok belakang (biasanya sih mereka tidur hehe), tapi klo sama yg ramah biasanya mereka minta kk duduk di belakang sama mereka trus nemenin mereka ngobrol. Yang paling ramah biasanya wna australia, lalu india dan amerika. Yang engga ramah ? Haha ga inget..
Eniwei tau ga sih.. kk nulis panjang2 ginikan mau cerita mengenai proses pembuatan paspor yang kk urus sendiri kemarin, cuma berhubung emak2 jadilah malah muter2 ceritanya sementara blog udah keburu panjang hahaha..
Jadi ya wis .. bersambung ke part 2 aja kali ya hahahaha
Wednesday, November 18, 2015
Kisah A sampai Z
Kata yang mendadak "ngetop" belakangan ini
Padahal sejak syahadat pertama kita sudah tahu salah satu pilar ke islaman adalah zakat. Dan shadaqoh, infak dan sejenis nya bukan cuma di anjurkan dengan kata kata namun juga di contohkan oleh Rasul dan sahabatnya...
Namun entah mengapa, memang baru akhir akhir ini kata tersebut menjadi ngetop lagi. lembaga penyalurnya pun bermunculan bagai jamur di musim hujan, medsos yamg makin menjangkau pun membuat sedekah kini tidak saja monopoli orang berpunya.. sedekah kini bisa di lakukan siapa saja dan kapan saja.
Apakah sekarang orang bersedekah bukan lagi mengharap "ridha" Allah ? Melainkan berniat untuk mendapat balasan rejeki dari Allah ? Padahal sudah jelas Allah Maha Pemberi Rejeki yang tidak mungkin ingkar janji kan ? Ga usah dengan harapan seperti itu pun Insya Allah akan di lipat gandakan rejekinya hehe..
Well mari bercerita aja sekarang dengan pemeran mulai A sampai Z
Alkisah ada si A yang punya niat ber sedekah setiap hari jumat. Kebetulan tiap jumat dia ada urusan untuk keluar rumah di pagi hari, jadi kesempatannya untuk bersedekah tentu lebih besar.
Tapi ternyata tidak semudah itu, karena pagi di penuhi oleh orang yang semangat menjemput rejeki, dan tentu saja semua nampak "berkecukupan" di mata si A.
Dia membeli nasi bungkus yang di maksudkan untuk sedekahnya dan sampai siang belum ketemu juga.
Ada seorang pengangkut sampah, di tawarkannya nasi tersebut, ternyata dia menolak. Tak lama dia juga bertemu seorang bapak tua "tuna wisma", bergegas di sodorkannya nasi bungkus itu, plus di tambahi sebotol aqua.. eh di tolak juga.. kenapa kah ? Apakah mereka lebih suka uang ?
Lalu mari berkisah tentang B.
Dia tidak memiliki cukup uang untuk menyumbang, posisinya saat itu adalah pembantu di rumah gedong di dalam komplek rumah mewah.
Setiap hari di lihatnya di tempat sampah komplek begitu banyak sampah daur ulang, kemasan plastik dan kaleng terutama.
Dia berpikir, sayang sekali tidak ada pemulung yang boleh masuk sini, karenanya dia lalu memutuskan dialah yang akan mengumpulkannya untuk mereka.
Setelah cukup banyak di bawa nya ke depan komplek dengan setia menunggu pemulung lewat, ketika ketemu segera di serahkannya. Sungguh B ikhlas ketika memberi, dia bahkan tidak berharap ucapan terima kasih, namun ketika si pemulung ternyata diam saja dan berlalu sedikit kecewa ada di hati B. Ada apakah ? Apa si pemulung kesal, di berhentikan di depan komplek mewah tetapi hanya di beri "sampah" ? Apakah dia berharap di beri uang saja ?
Ada juga si C, Alhamdulillah hidup yang berkecukupan membuatnya tidak peduli dengan receh. Setiap hari bila bertemu kotak amal di usahakannya mengisi. Bila bertemu pedagang kecil diusahakanya membeli walau tak butuh. Salah satu yang secara rutin di berinya adalah seorang tukang sampah yang suka di temuinya sedang menyapu jalanan.
Suatu hari C sedang kehabisan receh dan bertemu dengan penyapu tersebut dan mereka saling bertegur sapa seperti biasa. Namun bedanya kali ini tidak ada salam tempel, C pun berlalu.
Ketika pertemuan selanjutnya C sudah memiliki uang lagi, dia pun semangat menegur penyapu tersebut, namun alangkah kagetnya ketika salamnya di jawab ogah2an, lengan yang terulur segera di tarik kembali.. C merasa kecewa dan membatalkan niatnya. Sekarang dia memutuskan mengambil jalan memutar hanya agar supaya tidak bertemu lagi dengan penyapu tersebut.
Kita tutup dengan Z ya.. udah malem takut keburu habis waktunya hehe...
Z juga berkecukupan dan sudah sewajarnya menjadi tempat orang meminjam. Ada sebuah keluarga yang rutin meminjam, salah satunya ketika lebaran setelah berhalal bihalal dengannya lalu si istri segera berlalu buru2. Seseorang membisikan pada Z bahwa istri tersebut malu karena hutangnya terlalu banyak dan dia tidak mampu membayar di waktu yang di janjikan.
Selepas lebaran Z bertemu istri ini, di ajaknya si istri bekerja di rumahnya barang 1-2 jam untuk sekedar membantu, niat Z biarlah hutangnya di bayar tenaga saja.
walau demikian Z tidak mengatakan demikian, upah 1-2 jam bekerja di rumahnya dj bayarnya si istri 100rb. Jumlah yang sangat besar, Z inginnya si istri merasa kalau nilai itu kebesaran dan mengembalikan separuh lalu dia akan berkata, "ya udah bu.. bawalah 50 ini.. sisanya 50 untuk bayar hutang hutang ibu ya'
Tapi ternyata si istri diam saja dan berlalu. Besoknya ketika datang lagi untuk bekerja Z memberinya pekerjaan yang lebih sedikit dengan upah yang sama. Lagi lagi kelebihan rejeki tersebut tidak juga di pakai istri tetangga itu untuk membayar hutang, dia tetap langsung pulang.
Beberapa lama hal itu berlangsung, suatu hari si istri ini datang ke rumahnya untuk meminta "upah di depan" karena suatu keperluan, di berilah oleh Z yang artinya ketika si istri datang cuma untuk bekerja tanpa dibayar lagi. Tapi kemudian Z tidak tega, ketika pulang di berinya 20 sekedar ongkos.
Yang terjadi kemudian adalah, setiap sebelum hari H pasti akan ada anak tetangganya tersebut datang untuk meminta "upah di depan" dan hal itu sangat membuat Z terganggu karena datangnya sering mendadak, Z merasa tidak enak seolah menjadi gantungan dari keluarga tetangganya itu seolah setiap ada keperluan uang tetangganya maka dia lah yang bertanggung jawab untuk memberikan. Karena si istri akan berkata "kalau bukan dari ibu bagaimana kita makan" dan itu sangat sangat mengganggunya. Dia memberi pekerjaan bukan supaya mereka makan atau ada ongkos ke sekolah atau untuk segala urusan lain yang urgent menurut mereka. Pekerjaan itu di niatkan agar mereka dapat membayar hutang. Tapi kenapa lalu situasi berubah seolah Z nya berhutang ? Setiap minggu sebelum si tetangga masuk kerja akan ada utusan nya datang duluan untuk "menagih" upah di muka ?
Ini cerita tentang sedekah yang tidak sukses, yang nyebelin.. hahaha..
Ah salah.. setiap cerita sedekah pasti akan berakhir bahagia koq, karena Allah Maha menepati janji.
Penulis di akhir tahun yang dulu sekali pernah di minta orang tua nya untuk membantu membayar biaya pemasangan listrik untuk sebuah mushola di kampung.
Sungguh suatu keajaiban ketika persis setahun kemudian penulis membayar tagihan listrik pertamanya. Ya.. setahun sebelumnya penulis tidak ada bayangan bagaimana bisa membeli rumah karena uang depe saja tidak ada. Namun dengan kemurahan rejeki Allah tiba2 saja semua di mudahkan, hingga dalam setahun dia sudah memiliki rumah tinggal yang tagihan listriknya pertamanya dia bayar persis setahun dari saat uang listrik mushola di beri ke bapaknya.
Sungguh Allah tak pernah ingkar, apapun modus sedekah kita hasil akhirnya tidak akan pernah membuat rugi, kalau tidak berupa rejeki harta akan di ganti dengan kesehatan atau bala bencana yang menjauh atau kerukunan dalam rumah tangga. Kita saja yang terbiasa dengan matematika hingga membuat manusia suka berhitung dengan Allah :(
Sudahlah ga usah mikir lagi.. yuk sedekah.. sekarang :)
Wednesday, September 30, 2015
its sacrifice
Saat itu kk terpikir, cieee yang sebentar sebentar kepikiraan.. eh itu mah iklan ya.. maksudnya.. sampe segitunya ya cinta bagi dia, masa sih cinta artinya mesti berkorban
Tapi kalau di terjemahin ke ibadah penyembelihan hewan qurban agak agak mirip juga sih ya. Domba dan hewan lainnya itu kan pada mulanya untuk menggantikan nabi Ismail, bapaknya : nabi Ibrahim harus membuktikan cintanya kepada Allah dengan mengorbankan anak yang paling dicintainya
Sekarang ini, apakah cinta kita yang kita korbankan dalam bentuk hewan setiap hari raya Idul Adha ?
Bisa ya,. bisa tidak
Mengorbankan uang jatah beli gadget baru, mengurangi jatah jajan, menabung sedikit demi sedikit untuk berkorban. Hal yang kita cintai kita sisihkan sebentar, demi se ekor hewan sembelihan.
Namun ada juga yang memiliki kelebihan harta sedemikian rupa sehingga sebenarnya berkurban 1-2 ekor merupakan hal yang mudah baginya, kalau hal ini yang terjadi maka jatuhnya adalah ke niat.
Nah.. meluruskan niat ketika berkurban ini yang sangat sulit sebenarnya. Bagaimana sebisa mungkin agar tidak ada rasa riya yang akan mengurangi nilai ibadah kita. Karena ibadah qurban adalah ibadah yang di gembar gemborkan.
Ketika sholat ied belum mulai, panitia qurban akan membacakan nama nama pengqurban tahun itu, dan bisakah kita menjaga agar hidung tidak mekar dan senyum tidak terkembang ketika tetangga berkata "wah qurban lagi ya tahun ini, keren..."
Ada pilihan lainnya, qurban online namanya... bertebaran spanduk mengajak qurban dengan nomor rekening, apakah hal ini bisa menjaga kita dari riya ? belum tentu juga sih, kan bisa jadi kalau kita cerita ke orang lain kalau kita ikut qurban di sana maka akan riya juga.. tapi ya tinggal diem aja ga bilang bilang artinya tidak riya ? wah cuma Allah lah yang Maha Tahu apa yang ada di dalam hati umatnya.
Apapun jenis qurban yang kita pilih, di mana pun, semoga Allah menjaga kemurnian niat kita dan meng istiqomahkan rejeki kita agar tiap tahun selama masih ada napas kita di beri keleluasaan untuk berqurban.
Aamiin ya Rab
-------------------
ketikan menjelang dateline lomba idul adha kampung kata :)
Thursday, September 17, 2015
Ria.. oh riya...
Kangen deh sama kamu ria.. kangen celotehmu.. kangen blog mu :)
------------
Berapa persen kah kadar riya seseorang saat dia berniat menyebarkan manfaat sedekah ?
Sekarang ini.. kata2 "ini hari jumat ayo sedekah" bukan cuma sekedar masuk kanan keluar kiri.. melainkan bahkan ga masuk ke kanan langsung menguap tanpa sampai ke telinga..
Apa yang di lakukan ustad ym merupakan terobosan baru
Ayo cerita tentang apa yang kau dapat dari sedekahmu.. Insya Allah orang2 akan tergerak dan ikut bersodaqoh..
Bolehkah ?
Seberapa besar niat mengajak berbanding niat riya ?
Bolehkan bersedekah dengan niat ingin dapat laba ?
-----------
Baca2 cerita tentang kemarau panjang ini selalu membuat bersyukur..
Ya.. karena kk tidak pernah merasakannya..
Kk lahir dan besar di pondok pinang..
Suami lahir dan besar di bambu apus..
Lalu orang tuaku pindah ke sawangan..
Dan aku serta suami Alhamdulillah di beri rejeki menempati rumah di ciputat..
4 tempat yang berjauhan.. sesekali di jadikan tempat menginap.. tak pernah sekalipun merasakan air kurang...
Airnya selalu ada.. banyak.. berlimpah... bening.. dan bisa di minum..
Alhamdulillah.. syukur yang selalu ada .. sebuah kenikmatan tiada tara..
-------
Apakah yang kk lakukan hingga mendapat balasan dunia se nikmat ini ?
Tidak ada...
Tapi kalau yang orang tua ku lakukan ada.. yaitu mereka membeli sebuah kolam di.pinggir kali.. yang lalu di perbaiki dan di wakafkan untuk menjadi tempat mandi dan mencuci warga sekitar...
Di sana.. rata2 kolam.pinggir kali di jadikan kolam.ikan..
Semacam tambak.. karena air akan mengalir terus..
Tapi bapakku tidak.. pinggiran kolam di beri semen yg cukup luas..
Ibu2 mencuci di sana.. sementara anak2 mereka mandi di sisi satunya..
Apakah karena itu lalu kk mendapat rejeki air yg selalu berlimpah ? Wallahualam.. hanya Allah yang tau..
------
Sekarang lagi musim kemarau.. saat yang sangat tepat sekali untuk sodaqoh air..
Banyak spanduk dan share berita di fb.. penggalangan dana untuk pesantren yg kekeringan.. atau desa yang memerlukan mesin air baru..
Bila kita bersodaqoh membantu mereka sekarang.. belum tentu balasannya akan langsung kita rasakan.. mungkin anak cucu kita yang akan mendapat nikmatNya ? :)
Tapi seperti air yang mengalir .. pahala yang berakumulasi akan menerangi kubur kita..
Tak akan pernah tau.. kapan membutuhkannya kan ?
-------
Uang yang kita belanjakan.. belum tentu bermanfaat untuk kita
Uang yang kita simpan.. belum tentu kita gunakan..
Uang yang kita infak kan.. Insya Allah akan memberi manfaat dunia dan akhirat :)
Friday, September 4, 2015
Barfi!
Cinta segitiga
Itulah kesan pertama yang kk tangkap setelah selesai menonton film ini
Tidak sesederhana itu sebenarnya, karena film ini tidak melulu menceritakan mengenai drama percintaan tapi ada juga kisah kriminal penculikan krn uang, warisan yang bermasalah sampai persahabatan yg di uji dengan cara yang aneh
Tapi yg jelas film ini akan berkesan banget bagi audiens nya karena bukan film india biasa :)
Jatuh cinta pada pandangan pertama, itulah yang dirasakan barfi (ranbir kapoor) ketika melihat shruti (priyanka chopra).
Tapi benar benar bagai punguk merindukan bulan, sudah pasti cintanya di tolak
Bukan saja karena shruti sudah memiliki tunangan (yang di jodohkan namun sederajat dengannya - sama2 cantik dan tampan, berpendidikan dan dari keluarga terpandang), tapi juga barfi itu bukan hanya sekedar miskin, anak sopir, pengangguran, dia juga tuna ganda, bisu dan tuli sekaligus.. lengkaplah perbedaan mereka
Walau demikian barfi tetap semangat pdkt bahkan sampai pada tahap lamaran.. ketika lamarannya di tolak inilah akhirnya barfi mundur dan memendam cintanya
Masalah barfi bukan cuma di situ, bapaknya mendadak sakit pula, perlu biaya besar, dan dalam keputus asaan barfi berniat menculik jhilmil (Illeana d'cruz) yang tak lain adalah putri dari majikan ayahnya, ih jahat ya barfi ? Ckckck jangan nuduh dulu dong say :)
Sampai di sini cerita agak ribet sedikit, maklum filmnya pakai plot maju mundur cantik.. mundur mundur cantik ala tante rini.. sementara kk yang otaknya pas pasan mesti bulak balik nanya ke sgs koq begini koq begitu.. walhasil separuh cerita di dubbing sama omelan sgs hahaha...
Yang enak mah nonton sendiri dah.. cinta pertama vs cinta jalaran soko kulino.. bener bener mengharukan.. terutama karena pelaku yang kejatuhan cinta ini bukanlah orang biasa..
Yang pertama tuna ganda.. lawannya gadis autis..
Cara mereka menunjukan cinta.. perhatian dan kesetiaan benar benar out of the box.. sama sekali engga gombal dan penuh kata kata seperti yang biasa pada orang normal seperti kita.. tapi justru dengan hal hal kecil yang sungguh luar biasa bagi kita yang menontonnya
Dari film ini kita bisa belajar kalau cinta berlaku untuk siapa saja dan kalau mereka saja bisa saling mengasihi dengan murni.. masa kita yang normal malah drama aja..
Eh apa jangan2 kita yang ga normal ? Klo kk sih nyadar.. klo kamu ?
:)