Friday, October 28, 2011

(rumah kenangan) Yang tak akan terlupakan

"Si Teguh kemarin sore mau dipukulin sama anak gang bidan, untung saja ada mas-mas tukang cukur rambut langganan dia yang melihat, jadi bisa ditolong, lalu teguh diantar pulang ke rumah" kata kakakku melalui telepon pagi itu menceritakan mengenai anaknya.

"Lho ? memang salahnya apa ? Teguhnya mau kemana ? koq lewat gang bidan ?" sahutku kaget, biar bagaimana Teguh adalah keponakanku yang ku tahu tidak nakal sama sekali, malah cenderung kalem sejak perceraian orangtuanya.

"Biasa deh anak zaman sekarang, mendadak aja dia dikepung begitu, sepertinya sih salah sasaran" keluh kakakku, "Teguh sekarang kan kalau berangkat sekolah selalu lewat gang bidan, sejak pindah rumah dia tidak mau lagi lewat pinang dua karena akan melewati rumah kita yang lama, sepertinya dia sedih tiap kali melewati bekas rumah kita"

Kata kata kakakku itu masih teringat sampai sekarang, Teguh, keponakanku yang berusia 14 tahun rupanya memiliki hati yang sangat halus, rumah tempat tinggalnya selama ini, rumah yang juga ku tempati selama lebih dari 32 tahun, telah berubah kepemilikan, dan berubah fungsi juga.

Rumah tempat tangis dan tawa keluarga kami, kini menjadi kontrakan dan tempat kost, karena yang membelinya pun tidak mau menempati, hanya menjadikannya sebagai tempat mengembangkan uangnya.

Mulanya rumah kami yang rusak karena tua memerlukan perbaikan, di saat yang sama kami anak anaknya baru saja memulai kehidupan baru, pindah rumah, baru menikah, baru masuk kerja dan seribu satu alasan yang tidak memungkinkan untuk bantu urunan dalam biaya perbaikan rumah.

Aku mengusulkan untuk menjual separuh saja rumah tersebut, nanti uangnya bisa digunakan untuk memperbaiki rumah tersebut. Pembeli pun dicari, namun entah bagaimana ceritanya mendadak yang terjadi adalah penjualan 100% rumah tersebut dan orangtuaku memutuskan pindah ke luar kota.

Bapak, yang pada saat pertama pindah ke lingkungan tersebut dianggap "pendatang" dan ketika keluar dianggap "sesepuh".

Bapak yang setiap sore mengajar anak anak kecil mengaji di loteng rumah tersebut.

Bapak yang setiap tetes keringatnya digunakan untuk membangun sepetak demi sepetak rumah kami, tentulah yang paling sedih akan keputusan tersebut.

Namun bapak juga yang begitu ngotot untuk menjual keseluruhan rumah tersebut, tidak menyisakan secuilpun untuk sekedar menjadi tempat kenangan, tentang hari hari yang pernah kami lalui.

Kini kedua orang tuaku merajut hari tuanya di rumah baru mereka, sekitar 1 jam dari rumah yang lama. Di sini kami juga mencoba merenda kenangan yang baru, walau kami tahu, sampai kapanpun kenangan akan rumah lama kami akan tetap abadi dalam benak, setiap sudut, setiap debu, akan terpatri selamanya.

 

 

Jika rumah lama pada gambar pertama terletak di pemukiman yang begitu ramai dan rapat, rumah yang sekarang di gambar bawah jusru hanya memiliki 1 tetangga saja, persis di depan rumah.

Rumah lama hanya jalan kaki ke mal pondok indah, angkutan umum 24 jam dan kepadatannya membuat selalu deg degan setiap membaca berita mengenai kebakaran di pemukiman kumuh, sementara rumah yang baru justru pada pukul 4 sore sudah tidak ada lagi kendaraan melewati jalan rayanya, sehingga harus naik ojek.

Tapi ada hal yang sama, di sanalah kedua orang tuaku bermukim, dan semoga di rumah baru ini, akupun diberi kesempatan untuk berbakti dan membahagiakan mereka hingga akhir hayat. amin :)

======Di tulis untuk mengikuti lomba rumah kenangan, bila ada kata kata yang kaku, mohon maklum, baru kali ini mencoba nge blog dengan EYD hehe===========

#foto kedua rumah adalah koleksi pribadi, di ambil di hari yang sama, pada hari pindahan kami :)

 

 

Tuesday, October 18, 2011

tipe tipe bed canopy javan

klo mau lihat keterangan lengkapnya bisa di http://www.javangroup.com/ klik gambar bed canopy nya :)
ada lengkap keterangan mulai dari ukuran, harga dan perbedaannya :)

ada banyak tipe..

yg paling murah adalah tipe natural.. (2 pintu) yg bikin murah karena di bagian bawahnya ga ada bordernya.. full kelambu.. tapi menurut kk pribadi border itu lebih ke arah asesoris ya.. makanya nanti ada tipe yg bordernya bergambar ada yg polos :)

rainbow series juga ga ada anti bite bordernya.. dia tampilannya mirip dengan yg natural, bedanya warna kainnya..

rainbow series warnanya pink dan biru, 2 pintu

jadi untuk rainbow dan luxury series itu warna kain kelambunya bukan PUTIH melainkan agak samar2 warna yang sama dengan warna tiangnya :) - kecuali luxury flower yg warna kainnya putih ya :)

tipe luxury adalah yang paling lengkap, lengkap dengan anti bite boder yg bedain tipe2nya adalah  warna tiangnya dan motif pada anti bite bordernya.. keseluruhan tipe luxury adalah 3 pintu

tipe luxury yellow (3 pintu) - paling murah
tipe luxury blue (3 pintu) - paling mahal

luxury flower (3 pintu) - sedang sedang saja hehe

saran kk ? klo mau yg murah ambil yg natural... mutu semua produk javan sama ga di bedain, bergaransi 1 tahun. lihat gambarnya deh.. buat pembanding dgn tipe lain.. kalau ga keberatan tanpa bite border.. pilih aja yg natural ini :)

merasa bite border penting ? pilih yg luxury ya.. sesuaikan isi dompet dengan yg bordernya bergambar atau warnanya limited edition...

masih bingung ? tanya kk lagi ya say :)

terima kasih :)

ps. ket lain mengenai anti bite border ada di reply coment mak shita ya :)